Hari pertama mereka berangkat kerja. Banyak hal yang mesti mereka persiapkan. Mulai mempersiapkan mental, mempersiapkan gaya, sampai mempersiapkan cara bicara. Ini belum termasuk mempersiapkan isi otak mereka. Joko yang merasa dirinya sok tahu, selalu berusaha menjawah pertanyaan-pertanyaan dari owner perusahaan.
Dalam rapat owner dengan bagian pemasaran.
Owner : saya sudah mendengar banyak dari kepala HRD saya selaku pemilik perusahaan beserta staf sangat berterima kasih dan menghormati bapak-bapak mau bergabung dengan kami. Menurut bapak-bapak apa yang pertama harus kita lakukan bersama dalam mengambangkan perusahaan ini?
Joko (tanpa berpikir) : ngayal pak.
Komar : ngayal? Yang bener jok?
Thomas : iya ngayal. (berbisik) lu kok enggak kompak?
Joko : (berbisik) iya nih.
Komar : wah gawat lu, asal jeplak aja.
Owner : udah udah udah... (senyum terpaksa dan tidak yakin) ngayal? Maksud bapak?
Joko : iya pak, dengan berhayal kita manusia bisa buat hal-hal luar biasa, seperti pesawat, pesawat luar angkasa, dan begitu juga perusahaan ini. Kalo kita kompak punya satu khayalan yang hebat tentu kita akan dapat lebih mudah mencapainya.
Owner : (bertempuk tangan) benar benar hebat bapak memang hebat. Ayo apalagi pak?
Joko : ice cream dan brownies pak.
Komar : wah tambah setres nih kawan
Thomas : iya pak ice cream dan brownis, enak tuh pak.
Joko : aduh.... Yang satu kurang pinter dan yang satu kurang pandai. Maksudnya bukan itu.... (joko menepak kepala) mati aku.
Owner : (berpikir aneh) maksud bapak joko?
Joko : begini pak, untuk ice cream dan brownies, seorang anak kecil mau melakukan apapun, misalnya belajar demi ice cream dan beresin kamar demi brownies, nah apa yang bisa buat tim kita terdorong untuk kerja mati-matian?
Komar : hah betul itu....
Thomas : telat lu.
Owner : hebat, bapak memang hebat dan kami merasa terbantu atas presentasi bapak. Selanjutnya apa yang bisa anda bagikan?
Joko : selain keinginan untuk dapat ice cream dan brownies. Emosi positif, pemikiran positif dan kepercayaan positf mesti ditanamkan dalam diri para pegawai bapak, karena sesuatu dalam diri yang positif menarik hal-hal yang positif juga. Kalo pegawai bapak bekerja dalam tekanan dan stress yang tinggi maka kerja menjadi tidak efektif dan pengeluaran perusahaan untuk biaya yang berhubungan dengan kesehatan pun tinggi.
Komar : bah betul itu, dari mana dapatnys kawan kita ini, pintar sekali.
Thomas : dibisikin jin x.
Komar : idih serem.
Penjelasan demi penjelasan yang joko utarakan kelihatannya menawan hati owner dan petinggi perusahaan. Akhirnya dengan keputusan bulat owner beserta petinggi perusahaan menerbitkan SK pengangkatan mereka untuk menjadi direktur pemasaran dan mereka diberi fasilitas penuh sebagai pegawai kehormatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terima kasih