NOVEL FIKSI HUMOR
Kantin JKT
(kantin JOKO KOMAR THOMAS)
Pendahuluan
Biar enggak bt atau ngebosenin, cerita ini diceritakan dalam bentuk narasi dan percakapan, biar kesannya hidup gitu, padahal sih butuh imajinasi dari yang baca. Buat kamu yang enggak bisa berimajinasi, ya bisa sih pinjem sama imajinasi orang lain, yang penting sih bisa nikmatin.
Namanya lucu-lucuan itu udah banyak diciptakan. Ada lucu-lucuan berupa komik, novel, stand up comedy, film dan masih banyak lagi. Tapi di novel ini, gw mau menampilkan lucu lucuan yang menampilkan segi pendidikan, yaitu pendidikan menjual.
Bercerita tentang tiga mahasiswa miskin yang kuliah di Jakarta. Tiga mahasiswa (kantin JKT) ini tidak terlalu pintar tetapi juga tidak terlalu bodoh, tetapi tiga mahasiswa ini punya khayalan yang sangat tinggi, yaitu ingin menguasai jakarta. Ketika mereka memandangi gedung-gedung ibu kota dari kaca jendela busway, ketiga mahasiswa ini selalu bernasar, "aku harus bisa menjadi bos di atas sana".
Komar Medan, mahasiswa ilmu hukum pidana yang berasal dari Medan, Thomas Ambon mahasiswa hukum perdata yang berasal dari ambon, dan Joko Kebumen, mahasiswa hukum adat yang berasal dari kebumen. Ketiga mahasiswa ini bersahabat dan cocok karena punya impian sama, yaitu menguasai Jakarta.
Kehidupan mereka memang tampak biasa-biasa saja. Tetapi banyak hal yang aneh, lucu, kocak bercampur sial yang mereka alami. Tetapi dasar otak batu, apapun rintangan tetap diterjang demi satu tujuan dan impian yang sebenarnya sih enggak penting-penting banget, malah terkadang lebih gedean pengorbanan dari pada penghasilan.
Bagaimana sepak terjang ketiga mahasiswa ini menguasai jakarta? Kelucuan kelucuan apa yang mereka alami selama bertahan di Jakarta?
Penulis
Sinung Wiloso
Identifkasi Nama Kantin Jkt
Kantin : awal mula ide-ide mereka berasal dari kantin kampus tempat mereka menuntut ilmu dan sesekali menuntut yang lain-lainnya, segala kegiatan yang revolusioner, inovatif dan spektakuler yang membawa kesial-kesialan bagi mereka adalah berasal dari kantin. Kantin tempat mereka nyantai, ngopi, bercanda ria, dan mencari ispirasi.
Jkt : jkt istilah ini identik dengan tempat kejadian perkara, tetapi juga menjadi singkatan dari tiga tokoh utama, yaitu joko, komar dan thomas. Satu berasal dari kebumen, satu berasal dari medan dan satu berasal dari ambon, tetapi pemuda-pemuda ini telah bersumpah menjadi satu, berjuang bersama, tabah melangkah untuk tetap eksis di kehidupan kota jakarta.
Satu
Gembel Kampus
Di pagi yang cerah seperti biasa Thomas dan Komar Medan menghisap rokok dan ngopi di kantin sekolah. Sambil terdengar suara kicau burung gereja dan gemercik air kolam memperindah suasana di bagi hari.
Komar : waduh nikmat banget nih kopi.
Thomas : iya bro seng ada lawan, kopi buatan cece, mirip buatan mamak ku di ambon sana.
Komar : yang paling enak buatan mamak ku lah, di medan sana.
Thomas : apa kah bilang? Mamak ku yang paling enak bikin kopinya.
Komar : tidak bisa, mamak ku lah yang paling hebat bikin kopi.
Dengan penuh semangat 45, Joko tiba-tiba muncul.
Joko adalah seorang mahasiswa yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi, bahkan kelewat tinggi kalau dibandingkan dengan IQnya yang jongkok. Ibarat balapan lari antara keong dan metromini.
Joko : he he he, pagi2 udah ribut. Nih ada kerjaan nih, lu kan masih pada susah makan dan susah minum. Nih lumayan komisi gede.
Komar : ah bisanya nyindir aja lu, mang dah berduit lu?
Thomas : sini beta lihat, beta ahlinya kalo masalah yang begini ni.
Komar : apa kata kau? Aku yg paling hebat.
Joko : udah udah gitu aja kok pada ribut. Nih lowongan kerjaan, bisa pakai ijazah SMA, komisi 3 persen, sekali goal, jutaan rupiah di kantong.
Komar : ah yang bener lu?
Thomas : hebat juga lu, tumben pinter, biasanya lemot.
Joko: Hehehe.... (Dgn berlaga sombong).
Komar : yuk tunggu apa lagi, kita eksekusi bah. Tak kan lari gunung di kejar. Tak kan lari kalo sudah jadi rejeki.
Baru saja mau beranjak, rektor pun datang menghampiri mereka. Nah ni dia, untung kalian pada ngumpul disini, sekalian deh bapa mau bicara.
Rektor: kalian nih gimana, kok pas bisa pada ngumpul, sini-sini bapak punya kabar rahasia.
Tiga mahasiswa : wah kabar baik nih.
Rektor : iya kabar baik, tapi mesti pelan2 diomonginnya.
Joko : apa tuh pak, dah enggak sabar nih.
Komar : kami bertiga cumlaude ya pak?
Thomas : kita betiga dapat bea siswa ya pak?
Rektor : Iya, yang pertama jangan berisik ya.... IPK kalian 1.9, 1.8,1.7.
Ketiga mahasiswa : astafiruloh (sambil memegang dada kaget)
Rektor : yang kedua, uang semester kalian nunggak 4 semester dan harus dibayar hari ini.
Ketiga mahasiswa : inailahi wa inalilahi rojiun.
Rektor : yang ketiga, kalo kalian tidak bisa meningkatkan IPK sampai di atas 2.0 dan membayar kewajiban kalian minggu ini, maka kalian dipersilahkan untuk membuat surat MD
Ketiga mahasiswa : waduh tolong donk pak, jgn seminggu, beri kesempatan sebulan ini ya pak.
Joko : please pak mohon pak kasianilah kami pak.
Komar : iya pak rektor baik hati.
Thomas : siap pak, itu baik deh.
Rektor : baik, kali ini bapak beri kesempatan dgn kalian buat surat pernyataan. Oke?
Tiga mahasiswa : baik pak. Siap.
Mereka pun membuat surat pernyataan dan bapak rektor pun mengambil surat mereka sebagai pegangan.
Joko : haduh syok gw, mesti gimana nih.
Thomas : oh nasib ya nasib, lengkap sudah penderitaan kita ini.
Komar : kita sikat lah pekerjaan ini
Thomas : ngamen aja, yang cepet duitnya.
Komar : bah apa kata kau, komar medan, sang penakluk ibu kota, calon direktur, mau ngamen? Jatuh lah harga diri ku.
Joko : hmm oke besok kita mulai.
Tiga mahasiswa : setuju, all for one, one for all. Sehidup se mati, kita bersama sama taklukan jakarta.
Di malam hari di suatu rumah kos yang sangat sederhana sekali, tempat mereka bertiga meratapi nasib.
Thomas : kuliah baru semester 5, dah nunggak bayaran 4 semester, nilai dibawah rata2. Kenapa nasib kita sama ya bang?
Komar : ah banyak ngeluh kau, bodo yang penting kelihatan intelek, miskin yang penting sombong bung, hidup di Jakarta yang penting penampilan, kalo kita kelihatan lemah bisa diinjak-injaknya kita nanti.
Thomas : tapi aku panik bang, dah ku sms orang tua ku, tak kunjung dibalas, sedangkan aku di jakarta sebatang kara.
Komar : tenang bung kan ada kita2 orang. Satu hidup tujuan satu perjuangan.
Joko : ada apa nih, pada ngomongin kegantengan gw ya? Atau kecerdasan gw?
Komar dan Thomas : hu, nih makan ( sambil melenpar kertas dan masuk ke mulut mamat).
Komar : bah otak mu itu pun tak ada, mana bisa kau disebut intelek?
Thomas : hahahah.... Muka mu dah mirib hanoman goyang, gini jih ber ( sambil menggelengkan kepala dengan cepat) lihat muka ku, seperti itulah muka kau.
Joko : ah sirik kalian, sirik tanda tak mampu.
Komar : ah udah ah,
Joko : nih proyek gimana nih?
Thomas : ada kiriman tuh kue dari pacar kau mat, katanya sih kue ucapan ulang tahun.
Joko : ah yang bener nih, siapa yang ulang tahun, perasaan gw masih lama ulang tahunnya, nih kan baru bulan 2, perasaan gw lahir november.
Komar : udah buka aja, siapa tahu aja bisa disantap bareng-bareng.
Joko : iya ya, kebetulan gw juga laper nih.
Thomas : jangan lupa baca bismilah.
Joko : bismilah hirohman nirohim.
Duuuaaarrrr..... Bolu ulang tahun pun meledak dan mengenai muka mamat.
Komar dan Thomas : hahahahaha.. Muka dah jelek tambah jelek.
Thomas : iya bener2 mirip hanoman.
Joko : jahat kalian, tuh kan kertas info kerjanya jadi gelepotan.
Komar : idih kok jadi gw? Orang bener tadi cewe kamu yang kirim bolu.
Joko : wah jahat tuh mita.
Thomas : kata mita di bawah kotak ada suratnya.
Joko : sorry ya mas joko, habis kamu ngaret melulu kalo janjian, nih ku kasih hadiah biar kamu inget dan enggak telat lagi kalo janjian. Mita. Duh jahat bener tuh mita, timbang telah aja di giniin, gimana kalo dia ku duain, atau ku seringkuhin?
Komar : wah kalo itu yang kau lakukan, bisa habis, kau beserta bapak, mamak, adik kaka serta tetanggamu di kampung sana, bisa dirudal kau.
Thomas : hahah... Makanya kalo pilih cewek, jangan orang batak, galak tau, mending putri solo, lemah gemulai kayak ida kekasih ku.
Komar : apa kau bilang?
Joko : sudah sudah mending kita pikirin pekerjaan dan duit buat kuliah.
Komar : ah benar kata kau.
Joko : ya udah, besok kita pakai pakaian rapi, kita sambangi agen property, tempat kits bekerjs nanti.
Komar dan Thomas : beres bah, siap bung, besok kita serbu.
Setelah itu, mereka pun tertidur lelap, dalam tidurnya, Joko, Komar dan Thomas, pun bermimpi. Dia jadi orang kaya raya yang dikelilingi wanita-wanita cantik.
Joko : gini nih bos, rasanya jadi orang kaya, dikeliligin bidadari bidadari sorga.
Komar : mantap kali ini, ah ku cerita sama orang kampung ku, Komar Medan, anak rantau, anak medan, telah sukses jadi orang kaya di perantauan.
Thomas : aku Thomas ambon enggak ingin pulang ke Ambon, aku cinta Jakarta.
Mereka bertiga mabuk kekayaan, menikmati kursi raja didampungi wanita-wanita cantik.
Selir 1 : tuan kita ke pelaminan yuk tuan, dah enggak sabar nih.
Komar : bah, dah enggak tahan rupanya mereka?
Joko : alon-alon aja ke susu.
Thomas : susu susu, kelamaan yang penting rasanya bung.
Mereka pun bergegas ke pelaminan.
Selir 2 : tiduran ya mas....
Joko : waduh dah enggak sabar nih, gini aja?
Selir 3 : ya mas, nanti aku bukain mas.
Komar : bah adik si Komar sudah tak sabar, mendadak sempit nih celana.
Selir 1 : nih mas aku buka,
Sebari selir-selir itu membuka pakaian tiga mahasiwa tadi, seiring berjatuhannya mata selir selir, hidung selir selir, darah menetes dari muka selir selir
Tiga mahasiswa: Allah hu akbar, mak atut ma, kabuurrrr......
Tiga mahasiswa : haaaaaaa......
Hari sudah mulai pagi ketiga mahasiswa itu pun terbangun oleh mimpi yang seram. Anehnya kok mimpinya sama ya?
Joko : waduh udah jam 6
Ketiga mahasiswa : haaaa.... Mandi.....
Dengan gerakan cepat kilat, akhirnya mereka selesai dandan. Glan berpakaian ala preman ambon, mamat tak lupa mengenakan blangkon dan slop warisan satu-satunya dari kakek tercinta dan ucok berpakaian ala direktur.
Komar : bah, cuman aku yang berpakaian rada pantas.
Joko dan Thomas : udah lets go.
Kedua
Merubah Nasib
Dengan bus way, mereka pun bergegas ke agen property, tempat mereka melamar pekerjaan.
Komar : lihat tuh bung, gedung gedung bertingkat, aku Komar medan, akan jadi direktur di gedung sana..... (sambil berteriak)
Penumpang bas way : huusssssttt..... Diam...
Komar: ( enggak enak hati )
Thomas : dasar BTL batak tembak langsung.
Joko : hust bikin malu tahu.
Thomas : besok ku suruh kau jalan kaki, baru tahu kau
Joko : ya nih malu maluin. Weee....
Komar : ah, suara bagus dikeluarin, jangan disimpan saja.
Brooottt... Brooott... Brooottt... Suara muncul dari knalpot joko, joko mendadak mules.
Penunpang busway : husttt jangan berisik.
Komar : rupanya joko lebih memalukan dari aku.
Joko : ini kan diluar kendali ku.
Thomas : makan apa kau semalam, ac ini.
Komar : hahaha... Tikus kau makan.
Penumpang busway terbatuk-batuk.
Joko : udah nyampe tuh.
Dengan tergesa-gesa mereka pun turun, para penumpang pun kesakitan dan berusaha memukul manja tiga mahasiswa tadi karena mengginjak kaki para penumpang.
Tiga mahasiswa : bang bang bang turun bang. Aduh ampun bu, tolong, emak....
Penumpang : dasar enggak tahu adat, manusia dari mana si tuh, enggak ada sopan santunnya.
Joko : akhirnya sampai juga. Untung cepat sampai, kalo kelamaan bisa kehabisan oksigen nih.
Komar : percumah aku dandan, berantakan begini (baju komar, jas komar, sepatu komar, compang camping karena dikroyok penumpang bus way)
Thomas : (tertawa keras) makanya santai kayak gw nih.
Kostun thomas memang benar-benar salah kostum, dengan kaos hitam, jin hitam, sepatu bot, cincin aneka rupa, gelang dan kalung besar, santai dan penuh percaya diri melangkah yakin untuk melamar pekerjaan.
Joko : waduh, blangkon ku, huaaaahhhhh.... Bangkon ku... (mamat berlari mengejar bus way, tiba-tiba blep.. Kaca pun ditabrak).
Thomas dan Komar : hahaha... Makanya jangan ngetawain orang.
Thomas : dasar sial.
Komar : waduh Thom, temen kita tidak bangun.
Thomas : waduh.... Ko, Joko, Jo Ko.
Komar : ayo Thomas buat napas buatan...
Thomas : seng bisa, masak beta cowo sama cowo. Kau lah.
Komar : ya udah apa boleh buat, padahal aku habis sarapan jengkol nih, mudah mudah baunya udah hilang.
Thomas : bro cewe cantik bro.
Thomas dan Komar : hai....
Joko : mana mana?
Komar : ah dasar kau.
Thomas : gw beri lu.
Joko : ah gitu aja marah, tapi sakit beneran tahu.
Komar : bah terus gimana nih kita? Baju ku dah lecek, rambut ku acak2an?
Thomas : ah penampilan saja kau pikir.
Joko : sudah kepalang tanggung, sudah sampe sini. Kita sikat saja walaupun compang-camping.
Dengan baju compang-camping berantakan ketarik2 penumpang busway dan penampilan acak-acakan, mereka pun memberanikan diri untuk masuk kantor agen property. Tiga mahasiswa ini belum berpengalaman, tahu bagaimana harus berpenampilan dan bersikap kalo ingin melamar pekerjaan. Dengan penuh keyakinan mereka pun menyambangi agen property.
Komar : horas bah, selamat siang (dengan logat batak)
Joko : kulonuwun, sugeng enjing.
Thomas : selamat pagi semua.
Pegawai dan costemer pun terkejut, kaget dan bertanya-tanya melihat penapilan mereka yang begitu percaya diri.
Security : hai siapa kalian, ayo keluar, maaf pengemis dilarang masuk, apalagi pengamen seperti kalian.
Komar : maaf pak, kami tersinggung, kami ini mahasiswa pak.
Thomas : hei jangan remehkan beta.
Joko : wah gawat bapak ini, masak sekeren ini dibilang pengamen dan pengemis.
Komar : iya pak, enggak terima kami ni pak.
Security : sudah-sudah yang penting kalian cepat keluar.
Joko : tunggu dulu pak, kami ini kemari mau....
Security : ayo sudah cepat keluar....
Komar : wah gawat ni bapak, enggak terima aku ini, Komar medan, bangsawa dari medan, diusir satpam. Apa-kata orang dikampung ku nanti?
Joko : iya nih, gini-gini masih ningrat nih aku, biru darah ku.
Thomas : wah enggak tahu ni orang siapa kita sebenarnya.
Security : masak bodo, pokoknya kalian harus cepat2 keluar. Keluar ayo keluar......
Joko : iya ya...
Komar : sabar pak.
Thomas : sial, apa ku bilang kan mending kita ngamen.
Komar : ah macam mana, aku kau suruh ngamen.
Joko : oke, jgn patah arang, besok kita rubah strategi, kita ubah penampilan sesuai yang mereka mau.
Thomas : cerdas
Komar : smart besok kita hajar lagi.
Dengan kejadian tadi, tiga mahasiswa ini tidak putus asa, mereka terus berusaha dan berusaha lagi dgn berbagai macam cara. Tetapi apakah cara mereka yang kedua ini cukup jitu? Dalam hati mereka berkata: mati sebagai pejuang lebih baik, dari pada terima hasil tanpa perjuangan.
KETIGA
MALAM YANG MENCEKAM
Tak terasa berjalannya waktu, sore hari pun tiba, Joko, Komar dan Thomas, bergegas menuju ke Rumah Kos yang sangat sederhana dan terletak di Gang Sempit, di antara gedung-gedung Ibu Kota yang mengelilingi mereka. Seperti biasa sebelum beristirahat mereka pun berkumpul di dalam kamar kos mereka.
Komar yang dengan suara yang kurang jernih dan rokok dimulutnya, menyanyikan lagu batak diiringi petikan senar gitar dari jari jemari yang begitu lincah. Thomas lebih asyik dengan Androidnya dan Joko hanya melamun dan berhayal ditemani sebatang rokok ditangannya.
Joko: Wah gila juga ya hari ini, udah digebukin di Bus way, kejedot, diusir satpam lagi. Kalian sih enak enggak ada bekasnya, kalo gue, nih liat, benjut dijidat.
Thomas : Lah lu sih, timbang blangkon butut, bau and the kumel begitu aja lu bela-belain.
Joko: Kalian sih enggak pada ngerti sejarah dan berharganya blangkon gw itu.
Komar: Udah-udah besok kita cari blangkon yang sama kaya bangkon lu itu, itu di Jatinegara, siapa tahu aja loakannya masih ada yang jual.
Thomas : stuju aku.
Joko : Ah gila lu, gue kira mau dibeliin baru, enggak tahunya cari di loakan.
Komar: Yang penting Blangkonnya atau barunya?
Joko : Ah udah ah, gue pengen molor, dah malam.
Thomas dan Komar : Yuk udah ah.
Komar: Siapa tahu aja mimpi ketemu sama wanita cantik.
Thomas : Dasar lu mupeng (muka pengen)
Joko : Mudah-mudahan mimpi ketemu ocong.
Komar & Thomas : Hiiii
Thomas : Sekali lagi kau ucapkan itu, ku makan kau.
Joko : Bercanda.
Joko Komar dan Thomas pun tertidur lelap, ditengah malam terjadi kejadian yang sangat tidak lazim, mengherankan dan satu banding sejuta orang kejadian ini terjadi. Bentuk makluk luar angkasa kali ini pun tidak lazim, tubuh mereka pendek seperti kurcaci, kepala mereka tidak besar, dan jari-jari mereka pun tidak seperti mahluk luar angkasa pada umumnya, bahasa mereka pun menggunakan bahwa Kesatuan Republik Indonesia, mereka bukan berasal dari planet lain, tetapi mereka berasal dari pintu waktu yang membawa mereka ke beratus-ratus tahun sebelum mereka ada.
Rupanya ada mahluk luar angkasa (UFO) yang mengawasi tindak-tanduk ketiga mahasiswa ini, dengan fasilitas teknologi yang begitu canggih dan majunya. Dengan teknologi UFO ketika mahluk luar angkasa ini dapat melihat keanehan dan keunikan ketiga mahasiswa ini. Walaupun IQ ketiga mahasiswa ini jongkok, tetap mengapa khayalan dan keyakinan mereka untuk menguasai jakarta begitu kuat? Selanjutnya karena ketertarikannya yang begitu kuat, mahluk luar angkasa (UFO) memutuskan dengan teknologi tinggi menculik dan mengangkut ketiga mahasiswa ini ke dalam pesawat UFO mereka, untuk diobservasi.
Dengan teknologi yang begitu canggih para ilmuwan UFO pun mulai membuka kepala ketiga mahasiswa ini, mereka ingin mengamati apa isi otak mereka. Ternyata memang benar-benar aneh, otak yang tidak begitu pintar, tetapi mempunyai tujuan dan impian besar pun mulai berevolusi, mulai ada penambahan sel-sel otak, mulai ada penambahan sel-sel jaringan otak, dan mulai ada letupan-letupan listrik kecil dalam otak mereka. Nama ilmuan luar angkasa adalah Labirin sebagai ilmuwan, Sabirin sebagai sebagai tukang bedah dan Kabirin sebagai tukang jahit operasi serta operator komputer.
Labirin : Coba lihat ada apa di kepala ketiga manusia bumi ini?
Sabirin : Banyak yang aneh bos, jaringan otak dan sel-sel dalam otak mereka cepat sekali berkembang dan berevolusi.
Kabirin : Betul itu bos, sudah saya amati dari layar monitor dan saya rekam, bahwa perkembangan otak mereka begitu cepat seiring dengan impian dan angan-angan mereka bos.
Labirin : Wah gawat, mereka bisa seperti kita nantinya.
Kabirin : Mana bisa bos, mereka jauh tertinggal dari kita. Dulu jaman buyut kita mengenal Androit yang terakhir, sekarang mereka bawa megang android generasi pertama.
Labirin : ya bener, masih di akal.
Sabirin : otak mereka sudah kita amati bos, sekarang mau diapain lagi nih otak?
Kabirin : kita masak aja bos, terus kita makan.
Labirin : hus, mereka manusia sama seperti kita dan mereka bukan sapi, dasar padang kau, enggak bisa lepas dari gulai otak sapi. Itu kan makanan paling primitif yang masih populer.
Kabirin : Habis sedap sekali masakan dari kampung ku itu. Ingat dulu nenek ku selalu masak gule otak sapi kesukaan ku.
Labirin : Ingat walaupun mereka primitif, mereka tetaplah manusia seperti kita. Cuman beda tempat dan peradaban saja.
Labirin : ya udah. Kita jahit kembali tuh kepada dan kita kembalikan seperti semua. Kabirin siapkan alat jahit laser mu.
Kabirin : Siap bos, sudah dipersiapkan sejak awal.
Labirin : Yang rapi dan uda, jangan sampai terlihat, kalo sudah pernah dibuka.
Kabirin : Beres bos.
Labirin : et tunggu gulu. Lihat dilayar monitor mimpi. Kok mereka mimpi aneh ya?
Kabirin : Wah iya bos, dari hasil pengamatan kami sejak sebulan yang lalu, mimpi mereka memang aneh bos, mimpi mereka sama setiap harinya, temanya enggak pernah berubah, pasti berhubungan dengan wanita-wanita dan wanita lagi dan anehnya kegihanya mimpi yang serupa.
Labirin : iya betul itu, tapi sudah tidak cukup lagi untuk kita teliti, sebentar lagi pagi, saatnya ibu kos membangunkan mereka.
Kabirin, baik bos, secepat mungkin kita akan kirim ke bumi kembali.
Dengan teknologi yang sangat maju, mereka pun memperbaiki ketiga kepala manusia bumi dan mengembalikan mereka dengan begitu cepat ke posisi semua.
Ibu kos : hayo-hayo bangun, nih anak susah banget sih kalo pada dibangunin. Guyur nih.
Ketiga mahasiswa calon penerus bangsa ini tidak bangun, tapi membalas teguran ibu kos dengan dengkuran dengan gayanya masing2. Ada yg seperti babi yang mendengkur, ada yang seperti kucing kalo sedang bermalas-malasan dan ada pula yang mengigau, sambil sesekali mengelap iler- iler mereka. Hal ini rupanya hampir setiap pagi membuat kesal ibu kos pun mengambil air dan dicipratkan ke muka mereka, habis kalo diguyur ibu kos juga yang susah karena mesti menjemur kasur mereka.
Ibu kos : bangun ayo bangun jangan malas, hari sudah siang.
Ketiga mahasiswa pun kaget dan langsung mendadak bangun menyambar smart phone mereka.
Joko : ah.... waduh jam berapa nih?
Thomas : ah.... mati aku, paper ku belum selesai
Komar : ah.... telat aku janjian sama dosen pembimbing.
Ketiga mahasiswa ini pun, tanpa mempedulikan ibu kos langsung lompat ke kamar mandi bergegas untuk mandi.
Ibu kos : jamput dasar mahasiswa masa kini, enggak tahu adat, sudah dibangunin malah langsung loncat. Sabar sabar, orang sabar mati jantungan.
Thomas masuk ke kamar mandi satu dan komar masuk kamar mandi dua, lagi-lagi joko tidak kebagian kamar mandi, padahal hajat joko sudah di ujung dan sudah tak sabar lagi untuk meluncur jeluar lubang penyiksaan.
Joko : ayo dong cepetan tega sekali sih kalian, di lama-lamain.
(dor dor dor suara pintu digedor oleh joko)
Thomas : sabar susah keluar nih
Komar : bentar bro, macet nih, sabar lah sedikit (dengan logat batak).
Joko : sabar sabar gundulmu. Masa macet bisa barengan? Ayo dong udah enggak tahan nih.
Thomas : sorry bro, barangnya maunya glayutan nih, enggak mau turun-turun.
Komar : sama bro, traffic jam. Bro sumpe deh.
Joko : sumpe-sumpe gue hitung sampai 3 kalo salah satu dari kalian tidak keluar dalam 5 menit gw eek disini nih.
Komar : waduh, sabar kawan, tinggal cebok nih,
Thomas : kejam sekali kawan kita ini.
Komar dan thomas pun bergegas keluar dari kamar mandi dengan rasa kecil.
Joko : gitu donk. Akhirnya dapat kesempatan (dengan senang)
Komar dan thomas : gue kerjaan lu (dengan mengintip dari tembok di depan kamar mandi )
Komar : bah kita tunggu hajatnya sampai keluar semua baru kita sukat bro.
Setelah tidak terdengar lagi suara ngeden dari balik pintu kamar mandi, Komar dan Thomas pun bergegas mematikan jalan air dari toren ke kamar mandi.
Thomas : rasain lu, inilah akibat orang yang senang menggang kenikmatan orang lain di pagi hari.
Komar : kasian lu, ah bodo amat ah, ayo putar krannya.
Joko : jamput, he he he kok airnya mati? Tapi lampu nyala. Mana belum cebok lagi. Duh mulai baik nih. Disiram pakai apa ya? Wai sialan, air air tolong air. Sialan komar thomas tunggu pembalasan gw.
Mendengar jeritan joko, ibu kos pun keluar dan menuju ke toren.
Ibu kos : hai apa-apaan sih kalian, seperti anak kecil aja. Saya keluarkan nih.
Komar dan thomas : ampun bu ampun enggak lagi-lagi deh bu.
Ibu kos : cepat pergi kalian pagi baju.
Ibu kos pun kembali menyalakan kran air. Tapi setelah dapat akal untuk cebok pake tisu kamar mandi joko pun keluar dan berbegas menuju toren untuk menyalakan air.
Joko : ibu? Kenapa ibu ada di sini.... Oooo ternyata ibu ya yang ngisengi saya, maksudnya apa bu, apa karena saya kelamaan nunggak ibu batasi air. Kira-kira dong bu kalo saya tidak boleh eek bilang.
Ibu kos : jangan asal nuduh ya kamu.
Joko : udah ngaku aja bu, enggak papa kok.
Ibu kos : joko cepat kembali ke kamar mandi (sambil mencet hidung).
Setelah kejadian di pagi itu mereka bergegas ke kampus dan menyelesaikan tugas kuliah masing-masing. Thomas yang tidak dapat menyelesaikan paper tepat pada waktunya, terpaksa harus mendapat hukuman dengan tidak diijinkan mengikuti mata kuliah. Komar yang telat ketemu dosen pembimbing pun, akhirnya harus mengatur hari untuk bertemu dosen pembimbing. Joko sih lagi bernasib baik hari ini, dia sih aman-aman saja. Karena thomas dan komar lagi pada khasus, maka mereka pun nyantai-nyanti di kantin sambil ngopi.
Thomas : ah sial, diusirnya aku dari kelas.
Komar : ya sama aja, gara-gara telat 5 menit sudah ditinggalnya aku entah kemana.
Thomas : sudah lah dari pada kita meratapi nasib, mending kau ambil sana gitar mu.
Komar : ah beres itu.
Sesaat mereka pun melupakan kesialan hari ini dan larut dalam kegembiraan menyanyikan lagu riang kembira. Dan setelah jam perkuliahan selesai, joko pun bergegas ke kantin dengan berlari.
Joko : minggir-minggir kasih jalan orang genteng.
Siswa-siswa : hoo gantengan kalo lagi ngeden dibandingkan normalnya. Hahahaa....
Joko : hey guys beres semua?
Komar : apanya yang beres.
Thomas : gw jadi kuliah di kantin dan komar harus cari hari lg.
Joko : dasar sial, ce kopi satu, sama nasi pakai kuah rendang, kuahnya yang banyak ya.
Cece : beres bos, hafal aku.
Thomas : aku juga ce, nasi satu pakai kuah gule,
Komar : aku ce. Nasi muncung pakai kuah sop. Kasih sambal yang banyak.
Cecepun geleng-geleng kepala.
Joko : cece....
Cece : apalagi.
Joko : yang gratis apalagi ce, oh iya air putih tiga ce. Jeruk sasetannya kami bawa ce.
Cece : ya ya. Asal jangan hutang, dah penuh nih catetan, sampai bukunya habis, padahal belum setahun.
Joko : eh bro, semalem ngrasain yang aneh apa enggak? Kok kayaknya aku mimpi di suatu tempat yang sebelumnya aku belum pernah ke sana ya?
Thomas : ala mak, kok sama
Komar : bah, sama itu, rasanya kayak berada di kapal UFO, tapi anehnya kenapa UFOnya kuntet-kuntet dan pakai bahasa indonesia.
Komar : lho kok sama, lho lho.
Thomas : beta rasa kita punya kesamaan mimpi.
Joko : berarti.....
Komar thomas : semalam itu bukan mimpi, tapi kita benar-benar diculik.
Joko memegang kepala, badan, sampai kaki. Memastikan bahwa tubuh mereka masih komplit.
Joko : tapi masih komplit tuh, tak kurang apa-apa.
Komar : iya luar kita memang masih komplit, tapi daleman kita pasti suda diobok-obok mereka.
Joko Thomas : tatut.
Cece : udah-udah takut apa lagi, nih makanan dah siap, walau cuman pakai kuah tapi lezatnya tak kalah kalo pake daging beneran.
Thomas : sip lah, tenang aja ce, kalo aku sudah lulus dab jadi bos, akan kutraktir kau ke luar negeri.
Cece : selamat berhayal.
Komar : komar anak medan, pantang ingkar janji, kalo aku sukses nanti, akan ku traktir kau ce, di restoran termahal di dunia.
Joko : ah, kalo aku sih enggak muluk-muluk, lulus aku traktir cece plesir ke rumah orang tua ku.
Komar : bah, kau ajak cecek jalan-jalan, atau kau ajak cece bertunangan.
Thomas : hahahahaha.... Ah bisa mati ketawa aku... Hahahaha....
Joko : biarin aja ya ce yang penting real.
Cece : dah ah, ngawur kalian semua.
Dengan lahapnya mereka pun menyantap makan siang meraka hingga habis.
Komar : bro gimana nih bro usaha kita cari duit. Cadangan sudah mukai menipis, sedangkan logistik dari medan sana tak kunjung diterjunkan.
Thomar : apalagi aku, transfer tak ada, western tak pun, dan wesel pos tak muncul, kemarau aku rasanya.
Joko : jamput, kok kita senasib ya, kita bikin group aja yang bernama gembel kampus. Gw yakin nih enggak lama kos-kosan kita pundah ke kantin ini, gara-gara tak kuat bayar.
Thomas : kan sudah ku bilang, kita ngamen saja, kau komar, mainkan gitar mu, aku yang vokal dan joko yang main gendang. Kita mulai komar.
Mereka pun menyanyikan lagu sambil bergendang dan diiringi suara merdu petikan gitar si komar.
Joko : stop stop stop.... Serius donk
Komar : tak sudi aku. Aku ini anak medan. Orang tua banting tulang menyekolahkan aku, agar aku jadi orang besar. Bukan pengamen bung.
Thomas : aduh kau simpan saja idealisme kau itu, aku tak mau mati kelaparan gara-gara suatu idealisme..
Joko : udah-udah gw pengen pulang kos yuk.
Thomas : yuk aku ingin ngademin otak
Komar : eehhhh..... Kabur aja, bayar donk.
Joko : ah kecil, berapa semua?
Cece : semua nasi tiga sembilan ribu rupiah.
Joko : ah gw cuman punya 5000,
Komar : ah sombong sekali kau, uang hasil sumbangan dari kawan-kawan kau itu.
Joko memang mahasiswa paling rajin di kampus, setiap pagi, dia selalu mengumpulkan uang sisaan angkot dari teman-temannya, memang tak banyak, hanya 500 rupiah per anak, tapi kalo di kalikan jumlah murid di kelasnya, berjumlah 40 orang, pasti cukuplah untuk makan pagi, makan siang dan makan malam.
Joko : Iye gw lupa tadi bayar foto copian buku.
Thomas : ah udah ini ce tambahannya. Yuk cabut.