Penambilan mereka pun telah terlihat. Yang dulunya culun, sekarang menjadi rapi dan modis, yang dulunya seram ala preman, sekarang menjadi menawan dan penampilan komar tetap tetap sama saja, cuman saja sekarang ditambah jelly pada rambutnya.
Joko : lets go bro. Dah keren nih kita. Penampilan sudah benar-benar mirip orang kota.
Thomas : duh dah enggak ada lagi yang segan dengan thomas ambon.
Komar : begini lah seharusnya kita.
Joko : sudah lah, jangan kau sesali tom, ku yakin pasti lebih banyak cewek yang mau dekat kau, asal kau banyak duit.
Dengan penuh gaya, mereka pun berjalan di depan perkantoran JL. Soedirman, satu persatu gedung mereka masuki dengan leluasa, seakan tanpa halangan, dan sampai lah di suatu kantor agen property.
Satpam : (dengan penuh hormat) selamat pagi pak, ada yang bisa kami bantu? Bapak-bapak ini mau membeli rumah, apartmen, atau mau sekedar sewa ruang untuk kantor atau tempat tinggal, semua bisa kita bantu pak.
Joko : waduh pak, kami ini pencari kerja pak
Komar : ya pak kami mau melamar pekerjaan.
Thomas : dimana ruangan HRDnya pak.
Satpam : wah kalian pasti sales profesional yang sudah berpengalaman ya. Kebetulan perusahaan kami sedang membutuhkan tenaga profesional. Silahkan pak, itu ruangan HRD nya, kedatangan bapak-bapak sudah ditunggu, tapi bapak-bapak silahkan duduk disini dulu.
Satpam : (telp hrd) selamat siang pak, sales profesional yang bapak tunggu-tunggu sudah datang.
HRD : persilahkan mereka masuk ke ruangan saya.
Saat di ruang tunggu, sambil menikmati kopi.
Joko : wah mantap, gara-gara ganti kostum dan penampilan ternyata dah membuat beda ya.
Komar : iya ya, kayak mimpi, padahal kita masih mahasiswa, tapi mereka pikir sudah seperti profesional.
Thomas : apa gara-gara pakaian kita, celana kita dan sepatu kita branded ya?
Joko : pdhl bekas ala senen.... Hehehehe...
Satpam : bapak-bapak, silahkan keruang HRD.
Joko : baik pak kami siap.
HRD : siapa nama mu.
Joko : saya joko pak?
HRD : joko dasem waringin, ya ya ya. Kami menang sudah menunggu kedatangan bapak, motivator, pembicara, dan ahli dalam bidang marketing, menguasai sosial media marketing dan telemarketing
Joko : tapi pak
Hrd : walau saya baru 1 bulan menjadi hrd tapi saya sudah kenal nama saudara.
Suara telp berdering tolelot tolelot tolelot
Komar : bah mirip suara bus malam
Hrd : unik kan, tunggu sebentar, saya sedang terima tamu penting.
Sekretaris : tapi pak.....
Padahal joko dasem waringin yang asli berhalangan datang karena ada acara dadakan, kucing ke sayangan bu joko mendadak terkena serangan jantung, karena kegemukan dan harus di rawat di RS Hewan selama beberapa hari, pak joko dasem waringin harus menemani bu joko di rumah sakit untuk beberapa hari.
Hrd : kau diam atau ku pecat.
Thomas : benar pak, tapi pak....
Hrd : saya tahu, mau gaji berapa kalian, 30jt, 40jt atau 50 jt per bulan, tinggal sebut saja. Akan saya penuhi, mobil, apartemen mewah, saya sediakan. Biasa mobil apa? Alphard atau mercedes bend ada buat kalian, sekalian dengan driver.
Joko : wah.....
Komar : mantap itu.
Hrd : gimana? Kalo ya, silahkan tanda tangan surat kontrak kerja ini.
Joko pun menanda tangani surat perjanjian kerja.
Hrd : silahkan kalian berdua menjadi saksinya.
Hrd : o iya kalian mau minum apa? Kopi, teh, soft drink, atau minuman yang sedikit berakohol?
Joko : wah kami tidak terbiasa pak. Kopi saja cukup.
Hrd : wah kalian benar-benar no profil. Seorang yang sangat terkenal dan ahli dalam bidang marketing seperti kalian mau datang keperusahaan kami.
Thomas : tapi pak.....
Hrd : ow masalah fasilitas, besok sudah dapat saya sediakan. Tinggal anda datang ke kantor ini, kami sudah siapkan semua. Apa bapak-bapak ini perlu apartemen mewah?
Komar : perlu pak, agar kami dapat cepat sampai ke kantor bapak.
Hrd : o iya sampai lupa. (hrd mengangkat telpon) Tuti, tolong sediakan empat gelas kopi, sekalian dengan snacknya ya.
Sekretaris : baik pak, segera.
Hrd : ngomong-ngomong masih garap social marketing untuk wowjek dan wowcar?
Joko : yah buat bantu kawula muda, dengan sukarela kami masih menggarap.
Kopi pun datang.
Komar : makasih-makasih
Ketiga mahasiswa ini pun terpesona atas kecantikan tuti.
Hrd : oh dia, masih single lho
Thomas : wah pak, kelihatannya kami harus pamit, masalahnya masih banyak pekerjaan yang masih harus kami kerjakan.
Hrd : oh iya baik pak, jangan lupa, besok pagi faslitas sudah siap untuk bapak dan tim.
Mereka pun pamit untuk meninggalkan kantor agen property, dengan penuh hormat kepala HRD mengantarkan mereka sampai pintu kantor.
Komar : alah mak, gampang sekali dapat kemewahan di kota besar ini.
Joko : enggak ada yang mustahil
Thomas : akan ku telpon mamak ku, thomas ambon sudah menjadi orang besar di jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terima kasih